Memberi Makan Jangkrik Rakus (just wait and see!)

Dalam tulisan sebelumnya, saya menceritakan bahwa sekarang kami sudah punya satu kandang jangkrik hasil dari gotong royong 10 orang.

setelah menanam, kami lebih sering bertemu di rumah pak Handoyo (tempat kandang jangkrik disimpan), menanti telur menetas dengan menyemprotkan air ke atas kain tempat kami menyimpan telur, dan memastikan lampu 5 watt diatasnya terus menyala… menyaksikan ratusan bahkan ribuan anak jangkrik keluar dari kain lembab tempat menyimpan telur jangkrik, menjadi kesenangan baru disamping bermain gapleh.. sampai akhirnya kami menganggap bahwa telur telah menetas semua dan kami pun menumpahkan sisa telur kedalam kandang agar sisanya diharapkan menetas kemudian.

kami pun membagi tugas untuk memberi makan bayi jangkrik dengan pur makanan ayam yang dihaluskan dengan menumbuk dan menyaringnya dengan kain.

Kami betul betul learning by doing, dengan eksperimen asal-asalan, kami pun memasukkan beberapa makanan tambahan berupa daun-daunan yang kami temui dijalan seperti daun tempuyung, rumput, daun singkong dan lain-lain, yang semuanya dimakan dengan rakus oleh si bayi jangkrik.

Memasuki minggu ketiga setelah meletakkan telur, kami semua mulai kerepotan dengan makanan tambahan tersebut karena ternyata daun-daunan yang kami sajikan cepat sekali habis dalam hitungan jam. akhirnya para pemuda yang tadinya cuma ikut rapat-rapatan, mulai mau mencari makanan ke pasar Ujungberung dan Gedebage untuk mencari sayuran bekas. Apalagi kami sekarang mempunyai kandang baru dengan telur yang hanya berbeda dua minggu usianya dengan yang pertama. (kandang yang ini dibuat dengan material baru). “Rompesan” (istilah kami untuk sayuran bekas) satu karung kecil, bisa habis dalam hitungan tiga hari.. kami sangat senang sekarang karena sebentar lagi kandang pertama -yang kami buat gotong royong, dengan bahan material kayu bekas dimakan rayap- akan segera panen.. diharapkan tanggal 23 Agustus 2010 ( usia satu bulan pas) atau paling lambat seminggu sebelum lebaran, kami sudah panen.. Semoga!

hmmmmm berapa penghasilannya ya??

sekali lagi Just wait and see!

Salam,

Tatang Rahman

Pos ini dipublikasikan di Cerita awal "terjebak" jangkrik dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s